Jumat, 01 November 2013

Peminta Maaf Tanpa Alasan Ternyata Lebih Disukai

Jika anda, atau rekan anda sering mengucapkan kata maaf tanpa alasan maka berbanggalah karena hal tersebut bukanlah hal yang buruk sama sekali.



Sebuah studi yang dilakukan di Untiversitas Harvard menyatakan bahwa orang-orang yang sering menyampaikan maaf meskipun tanpa alasan dianggap lenih menyenangkan dan dapat dipercaya. “Permintaan maaf yang berlebihan, dengan menyatakan penyesalan tanpa ada yang harus dimaafkan menunjukan sebuah kepedulian empatik” kata Alison Brooks Wood, penulis hasil penelitian tersebut dalam pernyataan yang dikirim ke CTVNews.

“Peminta maaf yang berlebihan menunjukkan bahwa dia telah mengambil sudut pandang sebagai korban, mengakui bahwa ia tidak nyaman, dan mengungkapkan penyesalan atau simpati” jelas Brooks.

Studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard cukup unik. Seseorang ditempatkan dalam stasiun kereta sementara keadaan di luar hujan yang cukup deras. Orang tersebut berusaha meminjam telefin genggam dari para pengunjung stasiun dengan mengungkapkan salah satu dari 2 pertanyaan kepada mereka secara bergantian.

Pertanyaan pertama adalah “dapatkah saya meminjam ponsel anda?” dan pertanyaan kedua “aku minta maaf tentang hujan (yang terjadi saat ini). Dapatkah saya meminjam ponsel anda?”

Brooks mengatakan orang asing lebih cenderung menyerahkan telepon mereka jika mereka mendengar permintaan maaf jika permintaan tersebut diawali dengan permintaan maaf. “Kami terkeut bahwa begitu banyak orang menyerahkan telepon mereka di stasiun kereta api setelah permintaan maaf yang berebihan.”

Dia mengatakan dibandingkan permintaan maaf tradisional, yang dikeluarkan setelah terjadi pelanggaran atau perbuatan tidak menyenangkan, permintaan maaf tanpa alasan dapat lebih menambah tingkat kepercayaan diantara orang-orang.

“Ketika seseorang mengeluarkan permintaan maaf secara tradisional, mmereka mencoba untuk memulihkan kepercayaan yang hilang. Namun ketika seseorang mengeluarkan permintaan maaf tanpa pelanggaran sebelumnya, hal itu akan menambah kepercayaan dari orang lain secara positif dan menjadikan si peminta maaf lebih disukai,” menurut Brooks.

Studi ini sendiri telah dipublikasi dalam journal of Social Psychological and Personality Science.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...