Selasa, 22 Oktober 2013

PONSEL MELENGKUNG, TREND MASA DEPAN?



Sebuah ponsel dengan layar fleksibel awalnya hanya sebuah konsep dala sebuah cerita sains-fiksi. Dimana layar ponsel bisa ditekuk, dilipat, bahkan bisa dijadikan gelang. Namun, sejumlah perkembangan akhir-akhir ini tampaknya telah menunjukkan pada kita bahwa ponsel layar fleksibel bisa saja hadir dalam waktu dekat ini.



Samsung sudah dipastikan akan melepas sebuah produk berlayar melengkung pertama dan awal November. Meski belum bisa dikatakan benar-benar fleksibel, karena bentuk layar tidak bbisa diputar atau dilipat karena terhalang dessain ponsel itu sendiri. Aksi merubah bentuk layar dari datar ke melengkung adalah langkah yang berani mengingat tujuannya yang masih belum jelas.
Bisa dikatakan Samsung hanya merubah bentuk layar ponsel yang datar menjadi bentuk lengkung dan perubahan ini akan menyisakan ruang kosong diantara lekukan. Bisa jadi justru akan menimbulkan ketidaknyamanan serta kebutuhan ruang yang lebih besar dari handphone biasa, baik saat disimpan maupun saat digenggam. Tidak ada keterangan resmi dari Samsung mengenai maksud dari penyematan layar fleksibel ini. Namun dengan demikian, Samsung tidak sekeda mengumbar teknologi tanpa melakukan sesuatu. Jika teknologinya sudah memungkinkan, tinggal bagaimana samsung melakukan pendekatan yang mulus melalui desain produknya.
Sementara untuk produknya kali ini, Samsung Galaxy Round, nampaknya samsung baru coba-coba memperkenalkan penggunaan layar fleksibel dengan tetap berhati-hati memilih fitur yang belum terlalu jauh dari harapan dan kebiasaan pengguna ponsel jaman sekarang.
Hanya saja tercatat ada penambahan UI sebagai gimmick. Seperti yang dilaporkan beberapa situs terpercaya, Samsung menambahkan kemamuan mengontrol ponsel dengan cara mengayunkan layar ponsel ke satu arah untuk mengaktifkan layar dan memperlihatkan sekelompok icon pemberitahuan.
Saat ini ponsel ini baru akan diluncurkan untuk pasar Korea saja. Langkah ini kembali memperkuat asumsi bahwa Samsung hanya tes pasar saja, sekaligus memperlihatkan kemampuannya dalam menciptakan ponsel berlayar fleksibel.
LG Menggebrak Lebih Dulu Tapi Tertinggal di Tikungan

Sebelumnya dunia telah dihebohkan dengan sebuah laporan mengenai kehadiran ponsel lengkung dari kubu LG. Salah satu bocoran menyatakan bahwa LG un akan mengeluarkan produk bernama LG Gflex, dengan ditandai sebuah foto dan sketsa produk prototype. Berbeda dengan Samsung yang langsung menyalip di tikungan dengan melepas info lengkap produk fenomenalnya, LG terlihat masih setengah-setengah sehingga belum banyak informasi mengenai produk tersebut.
Wall Street Jurnal menyatakan bahwa ponsel dari LG ini benar-benar akan fleksibel. Tidak seperti Samsung Galaxy Round, layar OLED plastik 6 inch yang disematkan bisa dibuat dalam bentuk berbeda. Namun hal ini cukup meragukan mengingat dari gambar sketsa tidak terlihat sama sekali indikasi ke sana, bahkan mungkin akan seperti Samsung Galacy Round yang masih terbatasi oleh desain dan bentukan ponsel.

LG Dibackup LG Chem
Meskipun tidak mampu menunjukkan produk jadi seuah ponse layar fleksibel, LG melalui sebuah rilis media dari LG Chem sebagai salah satu anak perusahaan miliknya telah memperlihatkan kemampuan baterai untuk posel berlayar fleksibel.
Terdapat tiga jenis baterai baru yang dikenalkan oleh mereka, yaitu Stepped Battery, Curved Battery, dan Cable Battery.
Stepped Battery atau sering disebut baterai bertingkat merupakan tumpukan 2 modul membentuk kapasitas baterai, mengisi setiap celah kosong kerangka smartphone. Sejauh ini teknologi telah dilaporkan sudah diterapkan oleh LG G2, dan berhasil meningkatkan kepadatan 16% menambahkan lebih dari 3 jam ketahanan baterai.
Stepped Battery

Sementara itu Curved Battery atau Baterai berlekuk, merupakan sosok komponen baterai yang bisa dilengkungkan mengikuti struktur kerangka smartphone pada sisi melengkung. Rasanya model inilah yang tepat digunakan kelak pada rencana pengembangan smartphone yang menggunakan komponen panel layar OLED Fleksibel. Baterai ini sanggup meminimalisir tekanan padda komponen baterai ketika modul ditekuk.
Curved Battery
Yang ketiga, Cable Battery, sebagai baterai yang sangat fleksibel. Layaknya sebuah kabel, baterai ini bisa ditekuk, dipuntir, bahkan bisa menyerupai simpul pengikat.
Cable Battery
Ponsel Lengkung = Ponsel Mahal?
Produk Samsung dan LG yang diperkenalkan memiliki layar fleksibel ini dipekirakan akn dijual sekitar 11 jutaan (rupiah). Termasuk mahal, bahkan saya juga menganggapnya sangat mahal.
Harga tersebut masih dapat dimaklumi. Sebagai salah satu produk yang membenamkan teknologi baru, Galaxy Round dan GFlex membutuhkan biaya riset yang tidaklah kecil. Belum lagi ditambah harga komponen. Maka wajar jika mereka, Samsung dan LG masih membatasi produksi dan penyebran produk mereka.
Tapi apakah produk seperti ini akan menjadi masa depan ponsel? Hanya waktu yang akan menjawabnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...